Cari Blog Ini

Kamis, 29 November 2012

Revolusi Tank

Tank merupakan sebuah alat berat yang mempunyai meriam dan beroda rantai. Pada awalnya tank sama sekali tidak didesain dengan bentuk yang saat sekarang ini sering kita liat seperti gambar dibawah ini.
Tank Pada PD I

Tank modern (Leopard)
Tank Kuno (Mark V)









Seperti pada contoh tank tersebut kita bisa melihat ciri khas seperti pada posisi meriam yang terletak disamping badan, roda berantai yang begitu besar dan otomatis mempunyai bobot yang sangat berat. Desain ini sangat menyulitkan kru tank, selain dari desainnya yang bisa dikatakan rumit, letak senjata yang tidak bisa bergerak bebas juga membuatnya menjadi sasaran yang cukup empuk dimedan tempur.

Renault FT-17
Namun begitu desain ini mulai berubah saat Amerika menciptakan tank berdesain moderen pertama bernama "Renault FT-17" dan mulai merubah desain tank hingga saat ini. Salah satu yang membedakan adalah letak meriam yang berada diatas tank alias "turret" sehingga kru bisa mengoprasikannya secara maksimal dengan memutar arah meriam ketika sedang mengoprasikannya, dengan begitu kru akan lebih leluasa dalam mencari dan menjatuhkan musuh.
Mk I A9

Perubahan selanjutnya yaitu terletak pada desain bentuk dari tank itu sendiri. Pada awalnya tank hanya menggunakan bentuk-bentuk yang simpel tanpa memikirkan bobot dan hal-hal kecil lainnya, akibatnya pada saat itu rata-rata tank mempunyai bobot yang boros dan lambat sehingga sebagian besar orang menganggap tank hanya sebagai kotak besi kecil yang membunuh kita sendiri. Namun hal itu mulai berubah ketika kehadiran tank bernama Mk I A9 yang berbobot lumayan ringan tapi tetap kokoh terhadap serangan musuh. Rahasianya yaitu pada desainnya yang memanfaatkan sudut miring untuk memperkuat armor tanpa menambah bobot tank tersebut. Dengan memiringkan sudut letak plat baja tersebut sebesar 45 derajat atau lebih rendah akan membuat bagian yang terkena tembakan akan lebih tebal.

Tank Pada PD II
Tiger I
Pada zaman PD II sudah banyak muncul tank-tank yang sangat mematikan, memiliki kaliber yang besar, jarak tembak yang jauh bahkan sebagian ada yang mampu menembak sambil berjalan. Beberapa tank tersebeut adalah Tiger I, IS-3, Marder II, Sherman, T-34, dll.

T-34
Tank-tank ini mempunyai kelebihan terutama pada kelincahan dan ketahanan terhadap kaliber besar. Armor yang paling besar terletak pada bagian depan karena bagian ini yang paling berbahaya dan sering menjadi sasaran, sementara pada bagian samping kanan dan kiri tidak terlalu tebal dan bagian belakang yang tipis karena ancaman terhadap serangan musuh lebih kecil.


T-37 A
Meskipun bobot tank-tank tersebut masih termasuk sangat berat dan sering ambles terutama ketika beroprasi didaerah perhutanan seperti yang terjadi pada tank Tiger I buatan Jerman hal ini diatasi dengan penambahan jumlah roda, sehingga bobot tank tersebut dibebankan pada permukaan yang lebih luas untuk mengurangi tekanan yang ada. selain itu hadir juga tank amfibi, yaitu tank yang dapat mengapung dan bergerak diatas air seperti tank T-37 A milik Uni Soviet. Desainnya yang ringan membuat tank ini lincah dan dapat terapung diatas air, meski berkaliber kecil tank ini sangat berguna dalam misi infiltrasi atau menyusup kemarkas musuh/daerah musuh meski berada dimedan yang sulit dijangkau.

Ada juga jenis tank yang didesain sebagai artileri ringan yang menggunakan roket seperti tank T-34 roket launcher dan juga artileri yang menggunakan canon biasa seperti KV-2.

KV-2
 
T-34 Rocket Launcher

Tank Pada Perang Dingin Hingga Saat Ini
 Meskipun tank yang ada pada saat itu sudah cukup tangguh, permasalahan dalam akurasi tembakan masih sering terjadi. Banyak tank yang sudah bisa menembak sambil berjalan, faktor permukaan tanah yang bergelombang masih menimbulkan efek negatif pada akurasi tembakan tank tersebut. Maka dai itu tank pada zaman perang dingin menggunakan "giroskop" untuk menstabilkan tembakan turret dan meriam, selain itu juga menggunakan shock pada setiap roda besi agar posisi roda dapat disesuaikan dengan bentuk tanah.

Selain itu karena meriam dan senjata anti-tank pada saat itu sudah memiliki efek tembus yang dahsyat, penambahan armor baja pada tank bukanlah jawaban yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Maka itu munculah reactive armor yaitu sebuah kotak berisi bahan peledak yang digunakan untuk memantulkan peluru dengan ledakan dari reactive armor itu sendiri.


Banyak perubahan desain tank modern, bukan hanya pada armor dan shock saja melainkan juga pada alat pengukur jarak yang sudah menggunakan laser ataupun pantulan gelombang seperti yang ada pada tank Abrams, gunner yang biasanya dioprasikan oleh operator dari luar kini digantikan oleh mesin yang dikendalikan dari dalam, bahkan tank Abrams juga didesain untuk beroperasi pada perang nuklir alias kebal terhadap radioaktif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar