Tank merupakan sebuah alat berat yang mempunyai meriam dan beroda
rantai. Pada awalnya tank sama sekali tidak didesain dengan bentuk yang
saat sekarang ini sering kita liat seperti gambar dibawah ini.
Tank Pada PD I
 |
| Tank modern (Leopard) |
 |
| Tank Kuno (Mark V) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Seperti pada contoh tank tersebut kita bisa melihat ciri
khas seperti pada posisi meriam yang terletak disamping badan, roda
berantai yang begitu besar dan otomatis mempunyai bobot yang sangat
berat. Desain ini sangat menyulitkan kru tank, selain dari desainnya
yang bisa dikatakan rumit, letak senjata yang tidak bisa bergerak bebas
juga membuatnya menjadi sasaran yang cukup empuk dimedan tempur.
 |
| Renault FT-17 |
Namun begitu desain ini mulai berubah saat Amerika
menciptakan tank berdesain moderen pertama bernama "Renault FT-17" dan
mulai merubah desain tank hingga saat ini. Salah satu yang membedakan
adalah letak meriam yang berada diatas tank alias "turret" sehingga kru
bisa mengoprasikannya secara maksimal dengan memutar arah meriam ketika
sedang mengoprasikannya, dengan begitu kru akan lebih leluasa dalam
mencari dan menjatuhkan musuh.
 |
| Mk I A9 |
Perubahan selanjutnya yaitu terletak pada desain bentuk dari tank itu
sendiri. Pada awalnya tank hanya menggunakan bentuk-bentuk yang simpel
tanpa memikirkan bobot dan hal-hal kecil lainnya, akibatnya pada saat
itu rata-rata tank mempunyai bobot yang boros dan lambat sehingga
sebagian besar orang menganggap tank hanya sebagai kotak besi kecil yang
membunuh kita sendiri. Namun hal itu mulai berubah ketika kehadiran
tank bernama Mk I A9 yang berbobot lumayan ringan tapi tetap kokoh
terhadap serangan musuh. Rahasianya yaitu pada desainnya yang
memanfaatkan sudut miring untuk memperkuat armor tanpa menambah bobot
tank tersebut. Dengan memiringkan sudut letak plat baja tersebut sebesar
45 derajat atau lebih rendah akan membuat bagian yang terkena tembakan
akan lebih tebal.
Tank Pada PD II
 |
| Tiger I |
Pada zaman PD II sudah banyak muncul tank-tank yang
sangat mematikan, memiliki kaliber yang besar, jarak tembak yang jauh
bahkan sebagian ada yang mampu menembak sambil berjalan. Beberapa tank
tersebeut adalah Tiger I, IS-3, Marder II, Sherman, T-34, dll.
 |
| T-34 |
Tank-tank ini mempunyai kelebihan terutama pada
kelincahan dan ketahanan terhadap kaliber besar. Armor yang paling besar
terletak pada bagian depan karena bagian ini yang paling berbahaya dan
sering menjadi sasaran, sementara pada bagian samping kanan dan kiri tidak
terlalu tebal dan bagian belakang yang tipis karena ancaman terhadap
serangan musuh lebih kecil.
 |
| T-37 A |
Meskipun bobot tank-tank tersebut masih termasuk sangat
berat dan sering ambles terutama ketika beroprasi didaerah perhutanan
seperti yang terjadi pada tank Tiger I buatan Jerman hal ini diatasi
dengan penambahan jumlah roda, sehingga bobot tank tersebut dibebankan
pada permukaan yang lebih luas untuk mengurangi tekanan yang ada. selain
itu hadir juga tank amfibi, yaitu tank yang dapat mengapung dan
bergerak diatas air seperti tank T-37 A milik Uni Soviet. Desainnya yang
ringan membuat tank ini lincah dan dapat terapung diatas air, meski
berkaliber kecil tank ini sangat berguna dalam misi infiltrasi atau
menyusup kemarkas musuh/daerah musuh meski berada dimedan yang sulit
dijangkau.
Ada juga jenis tank yang didesain sebagai artileri ringan yang
menggunakan roket seperti tank T-34 roket launcher dan juga artileri
yang menggunakan canon biasa seperti KV-2.
 |
| KV-2 |
|
| T-34 Rocket Launcher |
|
Tank Pada Perang Dingin Hingga Saat Ini
Meskipun tank yang ada pada saat itu sudah cukup tangguh, permasalahan
dalam akurasi tembakan masih sering terjadi. Banyak tank yang sudah bisa
menembak sambil berjalan, faktor permukaan tanah yang bergelombang
masih menimbulkan efek negatif pada akurasi tembakan tank tersebut. Maka
dai itu tank pada zaman perang dingin menggunakan "giroskop" untuk
menstabilkan tembakan turret dan meriam, selain itu juga menggunakan
shock pada setiap roda besi agar posisi roda dapat disesuaikan dengan
bentuk tanah.
Selain itu karena meriam dan senjata anti-tank pada saat itu sudah
memiliki efek tembus yang dahsyat, penambahan armor baja pada tank
bukanlah jawaban yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Maka itu
munculah reactive armor yaitu sebuah kotak berisi bahan peledak yang
digunakan untuk memantulkan peluru dengan ledakan dari reactive armor
itu sendiri.

Banyak
perubahan desain tank modern, bukan hanya pada armor dan shock saja
melainkan juga pada alat pengukur jarak yang sudah menggunakan laser
ataupun pantulan gelombang seperti yang ada pada tank Abrams, gunner
yang biasanya dioprasikan oleh operator dari luar kini digantikan oleh
mesin yang dikendalikan dari dalam, bahkan tank Abrams juga didesain
untuk beroperasi pada perang nuklir alias kebal terhadap radioaktif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar